Aerial Photogrammetry


Aerial Photogrammetry adalah Suatu seni, pengetahuan dan teknologi untuk memperoleh informasi yang dapat dipercaya tentang suatu obyek fisik permukaan bumi melalui proses perekaman menggunakan kamera udara large, medium dan small format.























Lingkup Pekerjaan:

       1. Persiapan (Perizinan pemotretan udara berupa Security Clearance (SC) dan Security Officer (SO)

       2. Perencanaan Jalur Terbang dan Distribusi GCP (Titik Kontrol Utama dan Titik Kontrol Cek)

       3. Pemasangan GCP dan Premark

       4. Pemotretan Udara

       5. Triangulasi Udara (AT)

       6. Stereoplotting atau Digitasi 3D

       7. Editing, Pembentukan DTM dan Kontur

       8. Orthofoto

       9. Survey Lapangan (toponimi)

     10. Entry Data Lapangan

     11. Pembentukan Geodatabase

     12. Kartografi (layout peta)

     13. Laporan


Hasil Akhir yang Diserahkan:

  1. Data pengamatan satelit GNSS dalam format asli (bawaan vendor) dan RINEX dalam bentuk digital.

  2. Deskripsi GCP

  3. Foto udara digital dalam format Data mentah (Raw Data).

  4. Foto udara digital dalam format TIFF .

  5. Data mentah GPS/IMU dalam bentuk digital.

  6. Daftar parameter eksterior orientasi (EO) hasil pengukuran GPS kinematik dan IMU dalam sistem koordinat UTM

  7. Hasil hitungan triangulasi udara yang meliputi daftar koordinat titik pengamatan dalam koordinat foto dan hasil hitungannya dalam koordinat UTM, daftar nilai residual, dan hasil statistik perhitungan (sigma naught dan RMSE) dalam bentuk digital.

  8. Daftar parameter EO setiap foto hasil hitungan perataan Bundle Block Adjustment. Satuan yang digunakan adalah Meter dan Degree 3600. Daftar parameter EO dalam bentuk digital.

  9. Peta indeks foto udara yang digunakan dalam Triangulasi Udara dalam bentuk digital dan cetak.

  10. File project yang siap digunakan pada tahap stereoplotting dalam bentuk digital.

  11. Orthofoto digital dalam format GeoTIFF dengan resolusi spasial 15 cm, dipotong sesuai NLP.

  12. Digital Terrain Model (DTM) format BIL 32 bit float.

  13. Peta Foto.

  14. Peta Topografi/Peta Garis



Pemetaan dengan Menggunakan data IFSAR


PT. EXSA  Internasional
 bertanggung jawab untuk mengeluarkan ijin pemakai untuk customer yang membeli data IFSAR (Interferometric Aperture Radar ) dari perusahaan Intermap. Produk-produk IFSAR terdiri dari digital terrain Model (DTM), Digital Surface Model (DSM), Orthorectified Radar Image (ORRI). ORRI dengan resolusi 0.625 m, dan DTM dengan post spacing 1,25 m.



 

Pemetaan dengan Menggunakan Teknologi LiDAR

LiDAR (Light Detection And Rangging) merupakan teknologi terbaru menyediakan data spasial dengan cepat dan teliti. Sensor untuk Aquisisi data LiDAR terdiri dari Laser scanner,INS, GPS kinematik, dan data storage. Sensor LiDAR tersebut ditempatkan dipesawat udara. Prinsip kerja pada LiDAR Pada saat laser scanner melakukan perekaman sepanjang jalur terbang, pada setiap interval waktu tertentu direkam posisinya (menggunakan GPS) dan orientasinya (menggunakan INS). Gelombang tersebut akan kembali setelah mengenai objek-objek yang terdapat di permukaan bumi. setiap objek-objek berupa point-point density yang memiliki nilai koordinat (X, Y, Z) dan jika dikompilasi akan berupa kumpulan point-point density yang dikenal dengan Point Cloud.



























Hasil Akhir yang Diserahkan:
 

  1. Raw data hasil pengamatan GPS base station

  2. Raw data hasil akuisisi LiDAR

  3. Raw data hasil akuisisi foto udara digital.

  4. Koordinat hasil pengolahan base station

  5. Hasil pengamatan trajectory foto udara digital, setelah digabungkan dengan data pengamatan GPS base station

  6. Digital Terrain  Model (DTM) dan Digital Surface Model (DSM).

  7. Grey Scale Geo-reference intensity images atau mozaik orthofoto hitam putih.

  8. Colour Digital orthofoto (berwarna) yang bergeoreferensi dengan resolusi 15 cm dalam format GeoTiff.

  9. Peta garis/topografi skala 1:1.000 dengan interval kontur 0.5 meter.


 

Pemetaan dengan Menggunakan Citra Satelit


Remote Sensing/Penginderaan jauh merupakan perekaman objek-objek permukaan bumi dengan menggunakan wahana satelit. Citra staelit ada metode pasif dan aktif. Beberapa jenis citra satelit yang sering digunakan:

1. QuickBird

2. Word view

3. Ikonos

4. SPOT

5. ALOS

6. Landsat

7. TerraSAR-X











Peta Citra (QuickBird)



















 





            Peta Topografi/Peta Garis  (Citra SPOT)                                          Peta Citra (Citra SPOT)


Survei Topografi

Survei topografi adalah untuk memperoleh gambar topografi suatu areal atau persil, mengetahui posisi objek-objek  alam maupun buatan yang terdapat pada permukaan bumi. Pengukuran menggunakan  peralatan terestris yaitu total station (TS), waterpas, T0, dan T2 dll. Survei topografi lebih efektif untuk area yang kecil. Tetapi untuk area yang luas untuk skala besar misalnya 1:1.000 lebih baik menggunakan Aerial Photogrammetry dan atau LiDAR.
 

Jasa Layanan yang kami layani diantaranya:

1. Pengukuran profil memanjang dan melintang untuk jalan baru dll

2. Pengukuran Bidang Tanah/Persil Tanah

3. Pengukuran Peta Situasi

4. Pemasangan dan Pengukuran Pilar Batas  Wilayah

5. Pemasangan dan Pengukuran BM

 

 



Copyright@2014 PT. EXSA Internasional
Tel: 021 560 4361 | Fax: 0215672734
Website |
Reg. Name: PT. EXSA Internasional
Also found in Alphabet P